Sejarah SERAGI ASRI
Awal mula terbentuk nya seragi asri merupakan awal terjadi nya perpindahan penduduk yang besar-besaran dari Bali-Denpasar khusus nya Bali Nusa yang pada jaman dahulu sering terjadi nya kekeringan, sehingga penduduk sulit untuk mendapatkan akses air bersih. Terutama untuk lahan pertanian sering terjadi nya gagal panen pada waktu itu, atas tekad yang kuat maka para penduduk desa Bali Nusa bertekad untuk transmigrasi. tujuan utama nya adalah bertransmigrasi ke Lampung, yaitu tepat nya di Kalianda, Lampung Selatan. dimana pada waktu itu wilayah Kalianda masih sangat luas dari segi pertanian nya. Dan akhir nya penduduk yang dahulu nya Bali Nusa akhir nya membangun sebuah pedesaan yang di beri nama SERAGI ASRI, yang mempunyai arti : merupakan wilayah pertanian yang tumbuh kembang pesat dan subur, serta kata ASRI bermakna subur,sejuk,damai dan indah akan pertanian. Sampai saat ini Seragi Asri merupakan wilayah pertanian padi, jagung, perkebunan karet, kelapa sawit yang pertumbuhan nya sangat pesat hingga sekarang ini dan akan tetap tumbuh pesat serta berkembang hingga akhir Zaman. Mayoritas penduduk Seragi Asri merupakan beragama HINDU, namun tidak sedikit pula masih terdapat saudara-saudara beragama non-HINDU. Dimana sekarang ini Seragi Asri dipimpin oleh Kepala Dusun Wayan Budra, Kliang banjar : Nyoman Kare, dan masih banyak tokoh-tokoh HINDU lain nya. penduduk asli Seragi Asri merupakan penduduk yang cinta akan kedamaian dan keberagaman agama tanpa sedikit pun ada nya pembeda antar warga beragama. Maka dari itu nama Seragi Asri sangat terdengung sampai penjuru daeran khusus nya daerah Kalianda, Lampung Selatan. Agama Hindu merupakan agama yang tertua yang dianut sejak jaman kerajaan majapahit, hingga saat ini agama Hindu merupakan agama yang Fleksibel dan dapat diterima oleh semua kalangan. agama Hindu merupakan agama yang sangat berasaskan kebudayaan dan teguh menjaga tradisi yang ada agar tidak tergerus oleh jaman, sehingga anak cucu dapat mengetahui tentang penting nya tradisi dan budaya yang ada.
Awal mula terbentuk nya seragi asri merupakan awal terjadi nya perpindahan penduduk yang besar-besaran dari Bali-Denpasar khusus nya Bali Nusa yang pada jaman dahulu sering terjadi nya kekeringan, sehingga penduduk sulit untuk mendapatkan akses air bersih. Terutama untuk lahan pertanian sering terjadi nya gagal panen pada waktu itu, atas tekad yang kuat maka para penduduk desa Bali Nusa bertekad untuk transmigrasi. tujuan utama nya adalah bertransmigrasi ke Lampung, yaitu tepat nya di Kalianda, Lampung Selatan. dimana pada waktu itu wilayah Kalianda masih sangat luas dari segi pertanian nya. Dan akhir nya penduduk yang dahulu nya Bali Nusa akhir nya membangun sebuah pedesaan yang di beri nama SERAGI ASRI, yang mempunyai arti : merupakan wilayah pertanian yang tumbuh kembang pesat dan subur, serta kata ASRI bermakna subur,sejuk,damai dan indah akan pertanian. Sampai saat ini Seragi Asri merupakan wilayah pertanian padi, jagung, perkebunan karet, kelapa sawit yang pertumbuhan nya sangat pesat hingga sekarang ini dan akan tetap tumbuh pesat serta berkembang hingga akhir Zaman. Mayoritas penduduk Seragi Asri merupakan beragama HINDU, namun tidak sedikit pula masih terdapat saudara-saudara beragama non-HINDU. Dimana sekarang ini Seragi Asri dipimpin oleh Kepala Dusun Wayan Budra, Kliang banjar : Nyoman Kare, dan masih banyak tokoh-tokoh HINDU lain nya. penduduk asli Seragi Asri merupakan penduduk yang cinta akan kedamaian dan keberagaman agama tanpa sedikit pun ada nya pembeda antar warga beragama. Maka dari itu nama Seragi Asri sangat terdengung sampai penjuru daeran khusus nya daerah Kalianda, Lampung Selatan. Agama Hindu merupakan agama yang tertua yang dianut sejak jaman kerajaan majapahit, hingga saat ini agama Hindu merupakan agama yang Fleksibel dan dapat diterima oleh semua kalangan. agama Hindu merupakan agama yang sangat berasaskan kebudayaan dan teguh menjaga tradisi yang ada agar tidak tergerus oleh jaman, sehingga anak cucu dapat mengetahui tentang penting nya tradisi dan budaya yang ada.
RSS Feed
Twitter
0 komentar:
Posting Komentar